![]() |
| Sumber : Allbloggingtips.com |
Invalid ialah tak valid, heuheu.. Iya sih. Maksudnya artinya tak legal. Artinya, terdapat kegiatan atau klik iklan Google Adsense di laman anda yg tidak diakui oleh Google Lantaran tidak memenuhi kriteria klik (dan impresi/traffic) yang disyaratkan.
Ini definisi Invalid Click Activity menurut Google:
Invalid click activity consists of any clicks or impressions that may artificially inflate an advertiser's costs or a publisher's earnings, and for which we decide not to charge the advertiser. This includes, but is not limited to, clicks or impressions generated by a publisher clicking on his own ads, a publisher encouraging clicks on his ads, automated clicking tools or traffic sources, robots, or other deceptive aplikasi.
Aktivitas klik invalid terdiri asal klik atau impresi apapun yang bersifat sintesis (curang) yg bisa membengkakkan biaya yang wajib ditanggung advertiser dan pendapatan publisher, dan sang karena itu kami memutuskan buat tidak mengenakan biaya pada advertiser. Hal ini termasuk, tapi tidak terbatas pada, klik dan impresi yg dilakukan sang publisher sendiri, publisher yang secara sengaja mendorong terjadinya klik sang orang lain [misalnya: membuat judul "Klik Iklan di Bawah", arisan klik, dan sejenisnya -azmi], perangkat klik atau sumber traffic otomatis, atau software curang lainnya.
Penyebab aktivitas Klik Invalid
Penyebab yang paling acapkali ditemui adalah "click bombing", yaitu klik berkali-kali di iklan Google Adsense di sebuah/beberapa laman konten yg ditujukan buat membentuk akun Google Adsense dibanned. Ini artinya tindakan tidak fair serta dursila, umumnya dilakukan oleh orang yg iri atau mempunyai perseteruan dengan si pemilik akun.
Penyebab lain ialah aktivitas klik sendiri pada iklan; umumnya sebab tak tabah dengan earning/pendapatan Adsense yg rendah. Atau umumnya jua dikarenakan "arisan klik", yaitu beberapa pemilik akun Adsense "bersekongkol" buat saling melakukan klik.
Yang jarang ditemui akan tetapi terjadi merupakan kode Adsense dipasang sang orang lain di website/blog yg sama sekali tidak diketahui oleh pemilik akun. Umumnya kode "dicuri" melalui source code serta dipasang pada website/blog lain. Padahal website/blog yg dipasangi iklan Adsense tersebut tidak masuk kualifikasi Adsense: berkonten buruk , konten dewasa, konten yang melanggar hak cipta, dan sejenisnya. Bisa jadi jua si pemilik akun sebenarnya tidak punya persoalan apa-apa, akan tetapi "musuh" orang yang sudah mencuri dan memasang kode Adsense mengincar serta melakukan Click Bombing.
Aktivitas lain yang menciderai kegiatan klik Adsense ialah penggunaan perangkat lunak atau robot eksklusif buat kegiatan mencurangi Adsense dan sumber traffic berkualitas rendah, contohnya pertukaran traffic (traffic exchange, umumnya berkualitas rendah trafficnya) serta metode PTC.
Aktivitas-kegiatan di atas mudah terendus sang engine Adsense karena pola-pola eksklusif, yang kemudian dikembangkan dan disimpulkan menjadi kegiatan invalid. Tindakan selanjutnya ada beberapa, sesuai tingkatnya:
1. Menganggap aktivitas atau klik tertentu invalid dan tidak menyampaikan nilai CPC (0.0)
2. Jika diketahui agak belakangan, maka nilai CPC yang telah diberikan akan ditarik balik .
Tiga. Bila terjadi pada kondisi yang diklaim sedikit parah, akan diberikan warning.
4. Bila terjadi dalam jumlah yang telah keterlaluan atau telah mengalami beberapa kali problem yang sama, website/blog dibanned bahkan pada tahap tertentu akun akan dibanned sepenuhnya.
Poin satu dan 2 umumnya terjadi secara otomatis, hanya melibatkan engine Adsense. Sedangkan poin 3 dan empat melibatkan staff Adsense dan dilakukan secara manual.
Cara Mengetahui serta ciri Invalid Click/Activity
Sayangnya, tidak seluruh pemilik akun Adsense mawas apabila kemungkinan di atas bisa terjadi. Satu problem terabaikan begitu saja tanpa diketahui dan tanpa antisipasi atau pembenahan. Lalu masalah demi persoalan yang sama terjadi hingga akhirnya si pemilik akun mendapati akunnya sudah dibanned. Hal ini umumnya terjadi Jika indera buat melihat kegiatan invalid minim; demikian pula sarana buat memperbaikinya.
Khususnya pada Blogger nih, indera untuk mengecek aktivitas invalid belum terdapat, sebab fitur statistik traffic cuma ala kadarnya. Tidak ada record lengkap. Kita wajib menggunakan alat external mirip Google Analytics maupun alat lainnya buat mendeteksi kegiatan invalid. Dan saya amat konfiden tidak seluruh pemilik akun Adsense mau tongkrongin analytics buat melihat traffic dan pengunjung yg tak masuk akal, karena kentara akan memakan banyak ketika.
Oleh sebab itu, mengetahui identitas aktivitas invalid sangat penting, karena setelah memahami bahwa ada yg tidak beres, pemilik akun mampu melakukan tindakan yg diperlukan sebelum menerima warning atau bahkan sebelum website/blog serta akun dibanned.
Berikut 4 ciri aktivitas Klik Invalid pada Google Adsense:
1. CTR atau Click Through Rate, homogen-rata jumlah klik serta jumlah tayangan (pageviews) pada atas 10%. Meskipun pada kisaran 10% belum tentu terjadi kegiatan invalid, tapi wajib diwaspadai. Sebab jarang sekali CTR mencapai 10%, bahkan oleh website akbar bertraffic tinggi sekalipun. Meskipun CTR 1% atau 2% dinilai sangat rendah, tapi jangan bersenang-suka dulu karena CTR di atas 10%, sebab itu merupakan tanda ketidakwajaran. CTR pada kisaran lima% telah mampu dibilang sangat cantik. Oh ya, pada bahasa Indonesia CTR diklaim RKT (homogen-homogen Klik serta Tampilan).
CTR/RKT = Jumlah Klik / Jumlah Tayangan x 100 = ...%
dua. Anda datang-tiba menerima poly klik tapi nilai kebanyakan klik $0.0, ialah tak menghasilkan earning sama sekali. Contohnya, anda menerima 30 klik tapi nilai totalnya hanya $0.05 atau bahkan $0.0. Ini merupakan engine Adsense tidak menyampaikan value pada sejumlah besar klik yg didapat; sekaligus memberi tanda di Google (dan anda) bahwa sesuatu yang tidak beres terjadi.
3. Earning naik drastis, tapi tidak lama kemudian turun drastis pula. Sebagai contoh, anda menerima $2.45, tapi tidak usang lalu berubah turun menjadi $0.45. Ini artinya deteksi aktivitas invalid sedikit lebih lambat sebab wajib melalui beberapa proses, lalu disimpulkan bahwa sejumlah klik tidak legal atau invalid. Ini bukan kesalahan engine Google Adsense, melainkan memang tindakan yg disengaja dampak ditemukan ketidakwajaran.
4. Anda menerima banyak klik berasal suatu wilayah (umumnya negara) menggunakan pageviews yg sangat mungil. Analisisnya membutuhkan traffic analytics mirip Google Analytics atau Statcounter, Jika anda pakai Blogger. Jika gunakan server sendiri, AW Stats sebagai fitur pelengkap cPanel telah relatif digdaya buat digunakan. Google menggunakan paradigma bahwa Jika seorang pengunjung melakukan klik, absolut dia sangat tertarik menggunakan iklan yg ditayangkan. Kemungkinan ini tidak akbar. Bila diartikan menjadi perbandingan CTR, maka kira-kira gini cara ngomongnya: "berasal 1000 tampilan unik mungkin hanya (paling poly) 10-20 tampilan unik yg menyumbangkan klik iklan". Bila klik yg terjadi jauh melampaui kerangka berpikir itu, maka kecurigaan akan timbul.
Tindakannya umumnya terdapat dua. Bila ini baru terjadi satu atau 2 kali, umumnya pihak staff akan mendiamkan serta "memaafkan". Maksudnya, kesalahan mungkin terjadi murni oleh pengunjung serta pada luar kemampuan pemilik akun. Tapi Bila terjadi berkali-kali, diartikan pemilik akun tidak mawas dan tidak berusaha memperbaiki, Bila demikian, kondisi yang lebih berfokus seperti warrning dan banned mampu terjadi.
Apa yg akan wajib Jika mendapatkan warning atau website/akun dibanned? Jelas butuh pembahasan tersendiri sebab tak mungkin 200-300 kata bisa mewakili. Tapi poinnya merupakan, usahakan sebelum itu terjadi, lakukan tindakan antisipatif berikut:
1. Segera lakukan tindakan penting selesainya mengetahui ada yg tidak beres. Misalnya, hentikan dulu penayangan iklan di website A sampai aman. Sayangnya, pada Blogger kita tidak mampu banned IP secara langsung (dengan fitur/console), sehingga penghentian penayangan ad interim cukup jadi solusi terbaik.
Dua. Pastikan memakai fitur "situs yg diijinkan", sehingga iklan yg ditampilkan sang orang tidak bertanggungjawab di situs lain akan diabaikan oleh Google.
Tiga. Cek statistik Adsense secara rutin serta terjadwal buat melihat kemungkinan terjadinya kegiatan klik invalid. Jangan hingga kecolongan hingga beberapa kali.
4. Instal ekstensi (Chrome) Adsense Publisher Toolbar atau instal aplikasi android Google Adsense supaya mampu melakukan cek secara realtime, rutin, serta cepat tanpa masuk dashboard.
